Selamat Datang di web FKWA ( Forum Komunikasi Winongo Asri )

Selasa, 16 Agustus 2022

Festival Grojogan Tanjung Winongo Cultural Park Kelurahan Patangpuluhan

 


WIROBRAJAN — Festival Grojogan Tanjung Winongo Cultural Park adalah serangkaian acara yang diselenggarakan pada hari Minggu, 03 Juli 2022 di Bantaran Sungai Winongo yang terletak di Kelurahan Patangpuluhan sebagai sarana memperkenalkan salah satu destinasi wisata baru di tengah kota Yogyakarta. Gelaran Festival GTW diawali dengan senam aerobic Bugar Mandiri Club (BMC) pada pukul 06.00 WIB s/d 07.30 WIB. Acara dilanjutkan dengan pembukaan Festival Grojogan Tanjung Winongo Cultural Park yang dibuka oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan, Sarwanto, S.I.P, M.M pada pukul 08.00 WIB.

Jumat, 25 Januari 2019

KAJIAN KOORDINASI LOCAL CIVIL SOCIETY ORGANIZATION Studi Koordinasi FKWA (Forum Komunikasi Winongo Asri) Titik Ungkit Pakalan (Kelurahan Pakuncen dan Ngampilan) Dalam Pengelolaan Kawasan Sungai Winongo Kota Yogyakarta Penulis Yasinta Putri Handayani Pembimbing: Drs. H. Suharyanto, M.Si,

ABSTRACT: The provincial government's efforts of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) in the management of riverside areas cannot be separated from the role of the community, especially who live around the riverside that has directly impact to the management Winongo is one of the three major rivers passing through the province of DIY. The role of the community is local CSOs (Civil Society Organization) named FKWA (Forum Communications Winongo Asri) which connects the government with the people along the river. FKWA has worked with many institutions, both from the government as well as the foreign organizations. One of the areas in FKWA is Pakalan that consists of Ngampilan and Pakuncen urban area. 

FKWA Terima Bantuan dari Pemkot

Untuk menguatkan kelembagaan Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA), Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dana sebesar Rp 25 juta. Penyerahannya dilakukan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti kepada Koordinator Umum FKWA Drs Noorhadi Rahardjo, di ruang kerja Wakil Walikota Yogyakrta, Jumat (16/07)

Minggu, 24 Desember 2017

Pengaruh Aktifitas Warga di Sempadan Sungai terhadap Kualitas Air Sungai Winongo

Ekha Yogafanny
Prodi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Yogyakarta
Email: ekha.yogafanny@yahoo.com 
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Winongo dan pengaruh aktifitas masyarakat terhadap kualitas air sungainya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapangan, wawancara, dan analisis laboratorium. Kualitas air dianalisis berdasarkan beberapa parameter seperti fisika, kimia, dan microbiologi.Pengamatan kualitas air sungai dilakukan di dua lokasi pada kawasan perkotaan. Pencemaran sungai ditandai dengan adanya nilai kualitas air yang melebihi baku mutu airseperti BOD, COD, nitrat, detergen, fenol, dan coliform total. Dari hasil analisis kualitas air sungai tersebut, ditemukan bahwa tingkat pencemaran pada lokasi 2 (Kel. Tegalrejo, Kec. Tegalrejo) secara umum lebih tinggi dibandingkan pada lokasi 1 (Kel. Pringgokusuman, Kec. Gedong Tengen). Hal tersebut disebabkan oleh adanya aktifitas masyarakat sekitar yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan sungai seperti menumpuk sampah di tepi sungai dan membuang air limbah (industri tahu, rumah tangga, dan peternakan) langsungke sungai. 
Kata Kunci : kualitas air, Sungai Winongo, aktifitas warga 

Pantau Kualitas Sungai di Jogja, Begini Hasilnya…


Pagi Minggu (1/10/17), mentari tampak cerah. Di pinggiran Sungai Winongo, Kecamatan Pringgokusuman, Kota Yogyakarta, puluhan warga, pelajar, mahasiswa berbaur. Mereka terlihat serius di gundukan pasir tepat di pinggiran sungai.

Hari itu, sekitar lima kelompok turun di 17 titik Sungai Winongo. Para pemantau sungai ini dari relawan Sungai, Karang Taruna, SMK, SMAN, SMA Muhammadiyah, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Selasa, 01 Agustus 2017

GALERI FKWA

Sejarah : Pembelokan Aliran Sungai Winongo

Sejarah Jogja sejak zaman Mataram Kuno hingga berdirinya Keraton Yogyakarta tak bisa dilepas begitu saja dari peran dan keberadaan sungai-sungai di wilayah ini. Bahkan keberadaannya turut menjadi bagian cerita kehidupan modern dari romantisme, fakta hingga misteri.

Secara umum Yogyakarta dilalui oleh 3 aliran sungai yang cukup besar yaitu Sungai Progo di Barat, Opak dan Oya di Timur. Sungai-sungai lain yang cukup terkenal diantaranya yaitu Sungai Serang, Bedog, Winongo, Boyong - Code dan Gajah Wong. Masing-masing sungai tersebut memiliki cerita dan fakta .