Sungai menjadi bagian penting dari situasi dan kondisi di surga.
Hal tersebut dinyatakan beberapa kali dalam Al Quran tentang bagaimana
Allah SWT menggambarkan suasana yang ada di surga. Sungai menjadi satu
indikator penting dari kehidupan yang ada di surga.
Sabtu, 29 Agustus 2015
BANTUL – Keresahan warga sekitar Kali Winongo akibat kondisi sungai
nampaknya akan teratasi. Atas deklarasi Forum Komunikasi Winongo Asri
DIY pada 29 Maret 2015, berbagai stakeholder bahu membahu mengatasi
permasalahan sungai, termasuk permasalahan mengenai sampah. Sejurus
dengan hal ini mereka juga mengadakan Merti Kali Winongo bersama warga
setempat.
Selasa, 07 April 2015
Warga Antusias Dukung Merti Kali
SETIAKY/RADAR JOGJAKEARIFAN LOKAL: Kepala BLH DIJ Joko Wuryantoro (kiri) dalam acara Merti Kali, kemarin (29/3).
BANTUL- Kegiatan merti kali yang diprakarsai Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ mendapatkan sambutan hangat dari para pegiat sungai Ratusan aktivis lingkungan dan masyarakat tumblek blek men-ghadiri acara yang berlangsung di Pusat Kuliner Niten, kemarin (29/3). Di tempat tersebut, Kepala BLH DIJ Joko Wuryantoro secara resmi meluncurkan program merti kali. “Untuk pertama kali, merti kali ini dilakukan di Sungai Winongo. Selanjutnya akan diikuti dua sungai lain, Code dan Gajahwong,” ungkap Joko memberikan sambutan.
Senin, 10 Februari 2014
FESTIVAL WINONGO SARASEHAN “Membangun Budaya dan Ekosistem Sungai Winongo”
(FKWA) Upaya
pelestarian lingkungan ini menjadi sangat penting di tengah persoalan
lingkungan, yang semakin kritis. Prilaku masyarakat dan pembangunan yang tidak
mengedepankan aspek lingkungan menjadi penyumbang terbesar rusaknya lingkungan,
khususnya di kawasan bantaran sungai. Untuk itu gerakan peduli lingkungan terus
di lakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan lingkungannya. FKWA
melalui kegiatan Festival Winongo berupaya membangun kesadaran masyarakat
melalui berbagai kegiatan dalam festival winongo. kegiatan ini tidak akan
berhasil tanpa keterlibatan semua pihak , baik dari Akademisi, LSM dan juga
pemerintah. Untuk itu peran serta masyarakat bantaran sungai winongo dan semua
pihak yang terkait menjadi penting perannya dalam mensukseskan kegiatan
tersebut.
Sabtu, 23 November 2013
Warga mengubah pencitraan sungai Winongo!
Sisipan cerita!
Warga mengubah pencitraan sungai Winongo!
Oleh: Farsijana Adeney-Risakotta
Tahun 2009, saya pertama kali datang di sini, di bangunan yang disebut rumah bambu. Banyak perempuan berkumpul. Masing-masing terlihat sangat sibuk. Masih segar dalam ingatan saya. Ruang itu penuh warna warni dari berbagai karya perempuan. Ada pakaian siap pakai, tas manik-manik, tas dengan bahan perca, taplak meja dari bahan bloco dengan motif bordiran yang menggambarkan alam sekitar kali. Masih banyak produk ketrampilan lainnya terbentang menawan di atas estalase sederhana di rumah bambu.
Winongo Asri
Air selalu menjadi atraksi
yang sangat menarik, bahkan sejak zaman dahulu berbagai keajaiban dunia
banyak berada di tepian air. Patung Liberty, ikon Amerika Serikat, Opera House Sidney, ikon
Australia dan Merlion, ikon Singapura berada di wilayah teluk dan merupakan
simbol nasional ketiga negara tersebut yang sangat melekat di ingatan orang di
seluruh dunia. Catat pula bah¬wa perkotaan di Nusantara berkembang dalam dua
pola besar, yaitu di tepian air atau pesisir maupun di wilayah daratan di
pedalaman yang subur. Jembatan Ampere dan Sunda Kelapa menjadi ikon Palembang
dan Jakarta selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad, meski ke¬duanya sekarang
terus berjuang mengemba¬likan kharismanya kembali. Selain atraksi, su¬ngai yang
dianggap sebagai salah satu elemen kehidupan juga digunakan untuk berbagai
ritual seperti di Sungai Gangga, India yang hingga hari ini berperanan penting
dalam kehidupan spiritu¬al bangsa India.
Langganan:
Postingan (Atom)



